Recent Posts

SELAMAT DATANG SAHABAT dan SAUDARA

Kejujuran Seorang Badui

Kejujuran Seorang Badui

Jika seorang hamba tetap bertindak jujur dan berteguh hati untuk bertindak jujur, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur, dan jika ia tetap berbuat dusta dan berteguh hati untuk berbuat dusta, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai pendusta. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Pada suatu hari datanglah menghadap Nabi Muhammad saw seorang Arab Badui. Ia menyatakan diri ingin masuk agama Islam dengan syarat tidak mau meninggalkan kebiasaan (buruk)

lamanya seperti berzina, minum-minuman keras, dan mencuri.

Nabi Muhammad saw dengan bijaksana memperbolehkan orang tersebut masuk Islam hanya dengan syarat ia harus selalu berkata "jujur"

serta bersedia shalat berjamaah di masjid. Orang Badui tersebut berpikir bahwa syarat tersebut sangat mudah. karena itu ia menerimanya dengan gembira.

Sejak itu ia resmi menyandang predikat seorang muslim. Setiap selesai shalat berjamaah dan mengikuti kajian tentang Islam, si Arab Badui tersebut selalu ditanya kegiatan sehari-harinya.

Karena ia telah berjanji untuk selalu jujur, maka ia menjawab apa adanya bahwa ia masih melakukan kebiasaan lamanya itu.

Hal itu berlangsung terus-menerus.

Setiap ia ditanya maka ia akan menjawab maksiat. Lama-kelamaan ja merasa malu dengan jujur bahwa ia telah melakukan karena ia mengaku seorang muslim tapi masih melakukan hal yang dilarang.

Secara perlahan ia mulai meninggalkan satu persatu kebiasaan buruknya sampai sama sekali meninggalkannya. Kejujuran yang dilakukan secara konsisten (istiqamah) oleh orang Arab Badui itu telah mengantarkannya menjadi seorang muslim yang taat. Syarat masuk agama Islam yang dulu dianggap sepele ternyata sangat efektif untuk mengubah perilaku lamanya...



Buku: bangkitdgn7budiutama

0 Comments:

Posting Komentar