Kejujuran Seorang Badui
Jika seorang hamba tetap bertindak jujur
dan berteguh hati untuk bertindak jujur, maka ia akan ditulis di sisi Allah
sebagai orang yang jujur, dan jika ia tetap berbuat dusta dan berteguh hati
untuk berbuat dusta, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai pendusta. (HR.
Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Pada suatu hari datanglah menghadap Nabi
Muhammad saw seorang Arab Badui. Ia menyatakan diri ingin masuk agama Islam
dengan syarat tidak mau meninggalkan kebiasaan (buruk)
lamanya seperti berzina, minum-minuman
keras, dan mencuri.
Nabi Muhammad saw dengan bijaksana
memperbolehkan orang tersebut masuk Islam hanya dengan syarat ia harus selalu
berkata "jujur"
serta bersedia shalat berjamaah di
masjid. Orang Badui tersebut berpikir bahwa syarat tersebut sangat mudah.
karena itu ia menerimanya dengan gembira.
Sejak itu ia resmi menyandang predikat
seorang muslim. Setiap selesai shalat berjamaah dan mengikuti kajian tentang
Islam, si Arab Badui tersebut selalu ditanya kegiatan sehari-harinya.
Karena ia telah berjanji untuk selalu
jujur, maka ia menjawab apa adanya bahwa ia masih melakukan kebiasaan lamanya
itu.
Hal itu berlangsung terus-menerus.
Setiap ia ditanya maka ia akan menjawab
maksiat. Lama-kelamaan ja merasa malu dengan jujur bahwa ia telah melakukan
karena ia mengaku seorang muslim tapi masih melakukan hal yang dilarang.
Secara perlahan ia mulai meninggalkan
satu persatu kebiasaan buruknya sampai sama sekali meninggalkannya. Kejujuran
yang dilakukan secara konsisten (istiqamah) oleh orang Arab Badui itu telah
mengantarkannya menjadi seorang muslim yang taat. Syarat masuk agama Islam yang
dulu dianggap sepele ternyata sangat efektif untuk mengubah perilaku lamanya...
Buku: bangkitdgn7budiutama














0 Comments:
Posting Komentar