Recent Posts

SELAMAT DATANG SAHABAT dan SAUDARA

Kerja adalah Ibadah

Hidup ini harus seimbang. Banyak kewajiban yang harus kita tunaikan. Ada kewajiban kepada Allah seperti shalat dan puasa. 


Ada kewajiban terhadap diri sendiri agar tubuh sehat hingga bisa menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya. Juga ada kewajiban mencari nafkah untuk keluarga. Semuanya menjadi berpahala ketika kita meluruskan niat sebagai ibadah kepada-Nya. 

Sesuatu yang kita sangka sebagai urusan dunia, ia bisa mendatangkan pahala besar ketika kita niat benar. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Hadits Arbain ke-1:

 إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى 

 Sesungguhnya semua amal tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari dan Muslim) 

 Misalnya bekerja. Kita niatkan bekerja untuk mencari ridha Allah dalam menjemput rezeki-Nya. Agar dengan rezeki itu kita bisa makan dan memiliki energi untuk beribadah kepada-Nya. Dengan rezeki itu kita bisa memberikan nafkah untuk keluarga, menyekolahkan anak-anak agar menjadi shalih-shalihah yang berilmu dan berguna. 

Dengan bekerja, kita juga berbagi kemanfaatan dan membantu orang lain melalui produk atau jasa kita.

 رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ 

Betapa banyak amalan kecil menjadi besar karena niat. Dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil karena niat. (Abdullah bin Mubarak) 

 Bekerja adalah ibadah. Apalagi setelah hasilnya menjadi nafkah, ia menjadi berpahala sedekah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

 مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ 
 
Harta yang engkau keluarkan untuk keperluan konsumsimu, maka ia adalah sedekah untukmu. Makanan yang engkau berikan kepada anakmu, itu juga sedekah bagimu. Begitu pula makanan yang engkau berikan kepada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah. (HR. Ahmad; hasan).

0 Comments:

Posting Komentar